Sahabat

Di suatu sore yang cerah,berkumpullah 3 orang sahabat di suatu warung kopi di kota Sumenep.Sebut saja nama mereka Hafidz,Ferdi dan Rizet.Mereka adalah 3 sekawan yang baru berkumpul kembali setelah 1 tahun tidak berjumpa karena profesi dan pekerjaan masing-masing.Ferdi berstatus sebagai mahasiswa S2 di salah satu perguruan tinggi di kota Malang,sedangkan Hafidz dan Rizet telah mempunyai pekerjaan di dua tempat berbeda di Sumenep.Liburan akhir tahun lah yang akhirnya bsa mempertemukan mereka kembali.Dan dua hari lagi liburan itu akan berakhir.Jadi sekarang mereka sedang merencanakan kegiatan yang akan mereka lakukan di hari terakhir liburan mereka sebelum akhirnya mereka berpisah kembali.

“Gimana kalau mancing aja boy?”tanya hafidz pada kedua temannya.

“Boleh juga tuh,gimana zet?”sahut ferdi.

“Boleh juga sih,tapi jangan di pelabuhan kalianget lagi ya soalnya ikannya banyak yang puasa disana.”kata rizet.

“Hahahahaha”mereka tertawa bersama.

“Oke dah.Gimana kalau mancingnya di pulau Talango?aku denger kabar disana ikannya banyak dan besar-besar”kata hafidz.

“Ikannya gak ada yang puasa tapi kan?”sahut Ferdi dan Rizet sambil tersenyum.

“Ya gak tahu lah,kita coba aja dulu,gimana?”kata Hafidz.

“Oke lah.Kita berangkat besok jam 5 pagi dan ngumpulnya di rumah Hafidz saja,gimana?Rizet berpendapat.

“Mantap dah kalau begitu”jawab Hafidz dan Ferdi bersamaan.

Akhirnya mereka sepakat memilih memancing sebagai kegiatan terakhir sebelum mereka berpisah kembali.Setelah puas mengobrol,ketiga sahabat tersebut memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan mempersiapkan alat-alat dan bekal yang akan dibawa untuk memancing besok.Mereka juga sepakat untuk tidak begadang di waktu malam agar besok bisa berangkat sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Malam pun berlalu dan berganti dengan pagi.Waktu telah menunjukkan pukul setengah enam,ketiga sahabat tersebut baru berkumpul di tempat yang telah disepakati.Mereka terlambat setengah jam dari waktu yang telah disepakati.

“Maaf boy kami terlambat”kata Ferdi dan Rizet pada Hafidz.

“Iya gak apa-apa lah,sekalian kita sarapan dan sholat dhuha dulu sebelum berangkat biar nanti dapat ikan yang banyak”jawab Hafidz.

“Oke dah kalau begitu”sahut mereka berdua.

Mereka akhirnya bersama-sama menyantap sarapan yang disediakan oleh tuan rumah.Kemudian mereka mendirikan sholat dhuha secara berjama’ah.Suasana di pagi itu memang terlihat begitu indah di mata mereka.Tak lama kemudian mereka pun berangkat dengan menggunakan dua motor.Hafidz dan Ferdi berboncengan di satu motor dan Rizet sendirian di motor lainnya.Mereka membawa motornya dengan santai sambil bercakap-cakap.

“Oh ya boy nanti umpannya pakai apa?tanya Hafidz .

“Seperti biasa pakai udang yang mati dan yang hidup,,aku udah bawa nih udang matinya,nanti kita mampir di pasar Marengan untuk beli udang hidupnya”sahut Rizet

“Oke siap bos”sahut Ferdi dan Hafidz sambil tersenyum.

Sesampainya di pasar Marengan mereka pun berhenti untuk membeli udang yang hidup.Ferdi dan Rizet masuk ke pasar sedangkan Hafidz menunggu di parkiran motor.Tak selang berapa lama mereka berdua keluar dari pasar dengan membawa apa yang mereka perlukan.Dan mereka kembali melanjutkan perjalanan ke pulau Talango.

Talango adalah salah satu dari puluhan pulau kecil yang ada di kabupaten Sumenep.Untuk sampai kesana mereka harus pergi ke pelabuhan Kalianget dan naik perahu kecil dari sana.Awan mendung menemani perjalanan ketiga sahabat tersebut ketika berada di atas perahu.Dalam hati mereka berdo’a agar hujan tidak sampai turun karena mereka tahu kalau memancing disaat hujan terlalu banyak resikonya.Dan mereka berharap kegiatan memancing ini akan menjadi salah satu kenangan terindah di dalam kisah persahabatan mereka.Dan yang terakhir mereka juga berharap di liburan yang akan dating mereka bisa berkumpul lagi dalam keadaan sehat wal ‘afiyat.

Leave a Reply