Putih Abu-Abu (Bagian 2)

Assalamu’alaikum sahabat.Alhamdulillah sampai saat ini kita masih diberi umur yang panjang dan kesempatan untuk sekedar saling menyapa.Dan aku juga berharap semoga kalian selalu diberi kelimpahan rahmat,rezeki,dan hidayah oleh Allah SWT agar kita bisa bersama-sama berjuang di jalan-Nya untuk menegakkan agama-Nya.Pada kesempatan ini aku akan melanjutkan kisahku yang kemarin tentang pengalamanku ketika masih baru masuk SMA.Tanpa panjang kata lagi,aku akan lanjutkan kisahnya.

***********

Aura-aura bahagia menghiasi wajah-wajah para siswa baru setelah mengikuti acara penutupan MOS(Masa Orientasi Siswa) yang diadakan langsung di aula SMAN 1 Sumenep.Acara tersebut diadakan pada malam hari di hari terakhir MOS.MEreka semua bahagia karena akhirnya mereka bisa terbebas dari rasa tertekan selalu dikerjain dan dijahili oleh kakak-kakak kelas.Setelah acara tersebut kita para siswa baru dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing karena besok sudah mulai masuk seperti biasa meskipun jam pelajaran masih belum aktif.

Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah dengan hati yang penuh dengan semangat karena sekolah ini merupakan sekolah impianku ketika masih SMP.Aku berangkat kesana dengan berjalan kaki bersama salah satu sahabatku yang rumahnya berdekatan denganku dan dia berada di kelas yang sama denganku yaitu di kelas X-3..Setelah berjalan selama 5 menit,akhirnya kami sampai di pelataran SMA 1 dan kami langsung menuju ke kelas kami,tapi kami sepakat untuk tidak duduk bersama agar kita bisa langsung mempunyai kawan baru.Aku pun langsung mencari tempat duduk yang dekat ke jendela agar aku tidak terlalu bosan ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.Aku duduk dengan seorang kawan baru yang setelah berkenalan bernama Miftah.Dia berasal dari pulau Talango,sebuah pulau kecil di timur Sumenep.Di Sumenep ternyata dia sambil mondok di salah satu pondok terkenal yang ada di kecamatan kota Sumenep.Setelah saling kenal satu sama lain kami berdua pun langsung akrab dan terus berbincang-bincang sambil menunggu bel masuk dibunyikan.

 Bel tanda masuk pun berbunyi.Kami semua mulai masuk ke kelas dan menempati tempat duduk kami masing-masing.Selang 1 menit masuklah seorang guru laki-laki yang kemudian memperkenalkan diri bahwa beliau adalah wali kelas kami.Wali kelasku tersebut bernama bapak Saleh.Beliau adalah seorang guru olahraga di SMA 1.Beliau juga mengumumkan bahwa sebagai siswa baru kita harus bisa beradaptasi dengan baik dengan system di sekolah ini.Dan beliau juga mewanti-wanti kami agar rajin belajar dan jangan sampai melanggar peraturan sekolah.Yang terakhir beliau menyampaikan pesan dari kepala sekolah tentang kewajiban bagi siswa baru membayar uang pembangunan sebesar 500ribu rupiah.Dan bagi siswa yang kurang mampu diharap melapor ke bagian kesiswaan.Untuk struktur pengurus kelas kita disuruh bermusyawarah sendiri saja.Setelah itu beliau minta diri dan menyuruh kami untuk langsung memusyawarahkan tentang struktur kepengurusan kelas.Setelah bermusyawarah kurang lebih selama satu jam akhirnya terbentuklah struktur kepengurusan kelas X-3.Aku alhamdulillah tidak termasuk ke dalam daftar pengurus karena mulai SMP aku memang tidak suka menjadi bagian pengurus kelas,dan juga karena biasanya mereka selalu sibuk mengurus ini dan itu.Setelah itu bel tanda istirahat berbunyi dan aku langsung keluar menuju kantin bersama miftah.Dan dari hari ke hari kami semakin akrab juga dengan kawan yang lain.

Berhubung rumahku dekat dengan sekolah,banyak diantara kawan-kawanku dari kelas X-3 menitipkan sepeda motornya di rumahku sehingga aku kalau berangkat sekolah pasti beramai-ramai bareng dengan geng-ku tersebut.Pernah suatu ketika aku tidak mengerjakan tugas kelompok karena ada masalah misskomunikasi dalam kelompokku.Dan setelah sampai pada hari pengumpulan tugas kami akhirnya dipanggil satu persatu ke depan kelas dan ditampar dengan memakai setumpuk buku oleh guru yang bersangkutan  di hadapan siswa yang lain.Miftah sebagai ketua kelompok adalah yang paling banyak kena tamparan.Kami berkali-kali meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya,tapi sang guru tidak mau menerima maaf kami.Sebagai salah satu bentu hukuman,beliau menyuruh kami untuk datang ke rumah beliau nanti sore dan meminta maaf disana.Dan akhirnya singkat cerita aku dan kelompokku pergi ke rumah beliau pada sore harinya untuk meminta maaf.Sebagai tanda penyesalan,kami sepakat untuk menarik sumbangan diantara kami guna membeli oleh-oleh buat guru kami tersebut.Dan alhamdulillah sesampainya disana kami disambut dengan tangan terbuka dan beliaupun memberi maaf kepada kami dan mewanti-wanti kalau sampai diulangi lagi,maka akan langsung dilaporkan ke orang tua masing-masing.Kami pun berjanji tidak akan mengulanginya dan berterima kasih atas maaf yang telah diberikan kepada kami tanpa memberitahu orang tua kami.

***********

Demikian sahabat sedikit kisah sewaktu aku baru masuk SMA.Maafin aku ya kalau dalam tulisan-tulisanku terdapat banyak kesalahan dan kekurangan.Wassalaamu’alaikum sahabat.

Leave a Reply