Putih Abu-Abu (Bagian 1)

Assalamu’alaikum sahabat.Bagaimana kabar kalian di hari yang penuh barokah ini?Aku harap Allah selalu melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya untuk kalian semua.Pada hari ini aku akan kembali menceritakan tentang biografiku.Dan insyaAllah di kesempatan ini aku akan menshare sedikit pengalamanku ketika berada di bangku SMA atau lebih tepatnya waktu awal masuk SMA.Oke tanpa panjang kata lagi aku akan mulai ceritanya.

***********

Pertengahan tahun 2007 aku mengikuti ujian masuk salah satu SMA terfavorit yang ada di kabupaten Sumenep,lebih tepatnya di SMAN 1 sumenep.Ujiannya diadakan disana pada hari minggu dari pukul 07.00 sampai pukul 12.00.Meskipun telah mempersiapkan diri selama sebulan penuh belajar,aku masih merasa agak tertekan waktu mengisi lembar-lembar jawaban ujian tersebut.Tapi akhirnya aku bisa menjawab semua soal dengan jawaban-jawaban yang aku yakini pasti benar.Pengumuman siapa saja yang lulus ujian masih minggu depan.Jadi sekarang aku tinggal perbanyak berdoa dan tawakkal dalam menunggu pengumuman tersebut.

Jam berganti jam,hari berganti hari,akhirnya tiba juga waktu yang dinanti-nanti.Tepat pada hari minggu pagi aku dengan diantar oleh ayah berangkat ke SMAN 1 untuk melihat hasil pengumuman dengan hati yang berdebar-debar.Akhirnya aku pun sampai di halaman depan SMA 1,dimana merupakan tempat hasil pengumuman dipajang.Dengan dibantu oleh ayah akhirnya aku menemukan namaku dalam daftar siswa yang diterima dan namaku berada di urutan ke 39.Kami berdua langsung bersyukur setelah melihat hasil pengumuman tersebut.Tapi di saat itu aku juga merasa sedih karena salah satu sahabat dekatku harus menerima kenyataan pahit tidak diterima di SMA tersebut.Akupun mencoba untuk menghiburnya sebisaku.Dan akhirnya dia bisa menerima kenyataan pahit tersebut dengan lapang dada.Waktu itu juga diumumkan bagi siswa yang diterima bahwa harus mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) yang akan berlangsung keesokan harinya selama tiga hari.Diumumkan juga bagi siswa baru harus memakai seragam SMPnya seperti biasa tapi dengan membawa tas dari plastik.Setelah mendengarkan pengumuman tersebut kami berdua memutuskan untuk pulang dan mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa besok.

Keesokan harinya aku berangkat agak pagi ke sekolah karena akan diadakan upacara bendera hari senin.Aku berangkat dengan berjalan kaki karena jarak dari rumahku ke SMA hanya kurang lebih 300 meter.Sesampainya di sekolah,ternyata telah banyak siswa baru yang sudah sampai disana dan berkerumun di deretan kelas X untuk mencari nama dan kelas yang akan mereka tempati selama masa orientasi.Akupun langsung menuju ke kerumunan itu dan mencari namaku ada di kelas yang mana.Setelah sekitar sepuluh menit berlalu aku akhirnya menemukan namaku dan kelas yang akan aku tempati selama masa orientasi dilaksanakan.Akupun langsung memasuki kelas tersebut dan mencari tempat duduk yang strategis.Bel sekolah akhirnya berbunyi dan kita sebagai siswa baru disuruh ke halaman depan sekolah dan berbaris untuk mengikuti kegiatan upacara bendera.Upacara tersebut berlangsung seperti upacara bendera pada umumnya,Cuma di tengah-tengah upacara ditambah acara untuk kepala sekolah menyampaikan sepatah dua patah kata untuk para siswa baru yang intinya beliau mengucapkan selamat kepada para siswa baru atas keberhasilannya diterima di sekolah ini dan memberi motivasi-motivasi kepada kami agar terus bersemangat menuntut ilmu.

Setelah mengikuti upacara pertama di sekolah yang baru aku bersama para siswa baru langsung kembali masuk ke kelas kami masing-masing untuk mengikuti acara-acara orientasi yang telah disiapkan oleh para petugas Osis SMA 1 yang isinya merupakan hal-hal yang kurang masuk akal dan hanya untuk menjahili siswa-siswa baru.Dan setelah mencoba bersabar dalam menghadapi kejahilan para kakak kelas selama 3 hari,akhirnya aku berhasil melewati hari-hari MOS yang menurutku adalah suatu hal paling menyebalkan yang terjadi dalam hidupku.

Aku cukupkan sampai disini dulu ya sahabat cerita tentang masa SMA ku dan insyaAllah kelanjutan ceritanya aku sambung besok.Wassalamu’alaikum.

Leave a Reply