My Beloved Father

Assalamu’alaikum sahabat,setelah kemarin aku sekilas menceritakan tentang latar belakangku,nah pada kesempatan ini aku akan menceritakan orang yang sangat aku hormati,cintai dan selalu mendapat tempat tersendiri di dalam hatiku.Tanpa perlu basabasi lagi aku akan langsung saja mulai ceritanya.

*******

Tahun 2010 adalah tahun paling menyedihkan dalam perjalanan hidupku.Tahun tersebut adalah tahun dimana aku kehilangan salah satu orang yang paling aku sayangi,yaitu almarhum ayahku tercinta Hasan Basari.Beliau merupakan sosok ayah yang sangat perfect bagi anak-anaknya.Beliaulah yang paling semangat untuk mengajari anak-anaknya ilmu agama sehingga aku dan adik-adikku mulai kelas satu sd sudah sekolah di dua tempat,yaitu dari pagi sampai siang kami menuntut ilmu umum di salah satu sekolah dasar di kota Sumenep,dan di waktu sore kami belajar di salah satu madrasah terbesar di kota kami.

Beliau sendiri merupakan salah satu PNS di RRI Sumenep.Meskipun PNS merupakan pekerjaan yang paling dibanggakan di kotaku waktu itu,tapi beliau tidak pernah sekalipun berbangga diri dan memaksa anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya.Sebab beliau sadar bahwa kebahagiaan dan kemuliaan hidup ini bukan tergantung pada apa pekerjaan kita,tapi lebih kepada bagaimana posisi kita di hadapan ALLAH.Beliau yakin jika kita selalu berusaha bertaqarrub kepada-Nya dan selalu mengutamakan dan mengistimewakan-Nya dari selain-Nya maka Allah pasti juga akan mengutamakan dan mengistimewakan kita juga baik dalam kehidupan dunia terlebih lagi dalam kehidupan akhirat.Karena dengan begitu kita sebagai manusia bisa saling menghormati dan selalu berlomba–lomba dalam kebaikan dan saling menasihati dalam kebaikan tanpa memandang sebelah mata lagi tentang siapa dan apa pekerjaan kita.Dan dengan begitu pasti akan tercipta kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup ini.

Banyak sekali teladan yang selalu beliau contohkan untukku.Salah satunya adalah sholat lima waktu secara berjamaah di masjid dan di awal waktu.Aku sendiri telah beliau biasakan mengajakku ke masjid semenjak masih kecil dan belum mengerti apa-apa.Dan subhanallah setelah dewasa aku seperti sudah punya ikatan kuat dengan masjid sehingga kalau misalnya suatu waktu aku tidak sholat berjamaah di masjid dengan sengaja tanpa ada udzur sedikitpun,hatiku merasa sangat menyesal dan sedih,sehingga saya bertekad untuk  selalu senantiasa menegakkan sholat di masjid.Dan saya rasa mungkin cara tersebut cukup bagus bila dicontoh oleh orangtua jaman sekarang kalau ingin anaknya menjadi anak yang ahli sholat berjamaah di masjid.Dan sholat merupakan ibadah yang paling utama dalam islam jika kita memang ingin menjadi salah satu hamba yang dicintai-Nya di dunia dan di akhirat kelak.Oleh karena itu ayah selalu menekankan anak-anaknya khususnya yang laki-laki untuk selalu menjaga sholat berjamaah di masjid.

Satu hal lagi yang bisa aku tiru dari beliau adalah kesabarannya dalam menghadapi suatu musibah.Empat tahun sebelum meninggal,beliau berturut-turut ditimpa sakit yang menurutku merupakan penyakit-penyakit kelas atas.Mulai dari  TBC,kanker otak,dan yang terakhir diabetes.Selama sakit aku tidak pernah sekalipun mendengar beliau mengeluh sakit.Beliau seperti telah ikhlas dan ridha terhadap segala ketentuan yang telah ALLAH takdirkan untuk beliau.Kita sebagai manusia memang harus meyakini bahwa segala kejadian yang menimpa kita,entah itu kejadian baik atau buruk,adalah dari ALLAH dan kejadian itu semata-mata untuk kebaikan kita semua dalam pandangan-NYA.Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya  “Setiap perkara yang menimpa orang beriman itu baik,jika diberi nikmat mereka bersyukur dan jika ditimpa musibah mereka bersabar.”

Demikian sahabat sedikit kisah tentang salah satu dari dua orang yang paling berjasa dalam hidupku.

AYAH,rasa cintaku,sayangku,dan hormatku kepadamu takkan pernah hilang sampai kapanpun,sampai ALLAH mengumpulkan kita di dalam surga-Nya kelak,insyaALLAH.Semoga ALLAH mengampuni semua dosamu dan menerima semua amal kebaikanmu dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.Aamiin ya robbal ‘alamin.

Leave a Reply