Macam-Macam Puasa Sunnah dalam Islam

Assalamu’alaikum sahabat Hafidz.Bagaimana kabar kalian semua? Saya harap kita semua selalu berada dalam naungan lindungan dan rahmat Allah SWT. Pada kesempatan ini saya akan membagikan informasi tentang macam-macam puasa sunnah yang sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat beliau. Baiklah tanpa panjang kata lagi saya akan mulai pembahasannya.

Pengertian Puasa dalam Islam

Secara bahasa puasa memiliki pengertian menahan diri. Dan secara istilah dan syariat, puasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah seorang muslim dengan cara menahan diri dari segala macam hawa nafsu duniawi seperti makan, minum, dan segala macam perbuatan maksiat yang berhubungan dengan hawa nafsu. Waktu puasa dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Dan kita disunnahkan melaksanakan sahur sebelum terbitnya fajar dan menyegerakan berbuka apabila adzan maghrib telah berkumandang.

Macam-Macam Puasa

Puasa dalam syariat islam terdiri dari dua macam yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib yaitu puasa yang harus dikerjakan oleh seluruh kaum muslimin dan tidak boleh ditinggalkan kecuali ada uzur dan jika ditinggalkan harus menggantinya di lain waktu. Salah satu puasa wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya, “ Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan AlQur’an,sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dengan yang bathil). Karena itu, barangsiapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang sakit atau berada dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”Sedangkan puasa sunnah merupakan puasa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya diluar bulan Ramadhan. Dan puasa sunnah disini banyak macamnya dan yang akan aku bahas disini adalah puasa sunnah yang mempunyai nilai yang paling tinggi di mata Allah dan Rasul-Nya.

Macam-Macam Puasa Sunnah dalam Islam

pecintahabibana.wordpress.com

pecintahabibana.wordpress.com

  1. Puasa Daud

Rasulullah SAW dan para sahabat beliau bisa dibilang sangat mengistimewakan puasa sunnah yang satu ini. Sehingga bisa dibilang puasa daud merupakan rajanya puasa sunnah. Definisi puasa daud ialah puasa sunnah yang cara pelaksanaannya selang seling (sehari berpuasa sehari tidak puasa). Dengan kata lain misalnya kita berpuasa daud pada hari ini berarti besok kita tidak puasa dan puasa lagi pada esoknya lagi dan begitu seterusnya. Salah satu keistimewaan puasa daud ialah puasa daud tersebut merupakan puasa sunnah yang paling dicintai oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang puasa daud yang artinya, “Shalat yang paling dicintai di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, “Tidak ada puasa yang lebih utama dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159).

  1. Puasa Senin Kamis

Puasa sunnah yang satu ini bisa dikategorikan sebagai puasa sunnah utama kedua setelah puasa Daud. Mengapa diberi nama puasa senin kamis? Karena puasa senin kamis ialah puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW kepada ummatnya yang dilaksanakan pada hari senin dan kamis.

Mengenai syariat puasa senin kamis tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut ini :

Dari Abu Qatadah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang puasa senin. Maka beliau menjawab,”Hari senin adalah hari kelahiranku, dan hari dimana aku mulai diutus atau hari dimana wahyu pertama kali diturunkan padaku.” (HR. Muslim).

Dan dalam riwayat lain juga disebutkan, Rasulullah SAW bersabda : “Seluruh amal diangkat pada hari senin dan kamis, maka aku lebih menyukai saat diangkat amal tersebut aku berada dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Nasa’I dan lainnya).

  1. Puasa 3 Hari Setiap Bulan

Puasa sunnah ini dilakukan pada tanggal 13,14, dan 15 dalam kalender hijriyah dan dilakukan setiap bulan. Tanggal-tanggal tersebut biasa disebut ayyamul bidh atau hari-hari putih karena biasanya pada hari itu malam begitu terang disebabkan adanya bulan purnama. Dalil-dalil mengenai puasa sunnah ini adalah sebagai berikut :

Dari Abu Dzar ra, Rasulullah SAW bersabda kepadanya : “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : “Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178).

Dan Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda : “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979).

Tapi ada satu pengecualian yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Kita tidak boleh berpuasa pada hari itu karena termasuk hari tasyrik, hari dimana dilarang berpuasa. Jadi khusus di bulan tersebut kita berpuasa pada tanggal 14, 15, dan 16.

  1. Puasa Tasu’ah dan Asyura

Puasa tasu’ah dan asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 bulan muharram. Puasa sunnah ini dikerjakan untuk memperingati hari dimana Nabi Musa AS diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Dan dalil-dalil mengenai puasa tersebut yaitu sebagai berikut :

Diriwayatkan oleh ibnu Abbas ra : “Bahwasanya Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘asyura dan menyuruh supaya melakukan puasa pada hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan dari Abu Qatadah RA: “Bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Hari ‘Asyura, maka jawab beliau: “Menghapuskan dosa-dosa tahun lalu. ” (H.R. Muslim: 1162).

Dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RA, beliau berkata, “Rasulullah SAW bersabda” : “Andaikan aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku berpuasa pada hari tasu’ah.” (H.R. Muslim: 1134). Tapi Rasulullah SAW wafat sebelum hari itu tiba sehingga menimbulkan perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai puasa tasu’ah tersebut. Sebagian ada yang mengerjakannya dan sebagian yang lain tidak.

  1. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Puasa sunnah ini dikerjakan pada bulan syawal dan lebih afdhal dikerjakan secara berturut-turut mulai tanggal 2 sampai tanggal 7 bulan tersebut. Salah satu keistimewaan puasa ini, ialah akan dikategorikan telah berpuasa sepanjang tahun bagi barangsiapa yang mengerjakan puasa ini. Adapun dalil mengenai hal tersebut ialah sebagai berikut :

Dari Abu Ayyub ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari pada bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim).

  1. Puasa ‘Arafah

Puasa ‘Arafah ialah puasa yang dikerjakan pada hari Arafah yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Tapi puasa ini hanya disunnahkan bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji, sedangkan bagi mereka yang sedang berhaji tidak disunnahkan mengerjakannya. Adapun dalil mengenai puasa tersebut yaitu :

Dari Abu Qatadah ra, dia berkata : “Rasulullah SA W pernah ditanya tentang puasa hari ‘Arafah, maka jawab beliau: “Ia menghapus dosa-dosa di tahun lalu dan yang akan datang. ” (H.R. Muslim: 1162).

 

Demikianlah sahabat informasi yang bisa saya berikan tentang macam-macam puasa sunnah yang sering dikerjakan oleh panutan kita Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan kita sebagai tanda kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Wassalamu’alaikum sahabat.

Leave a Reply