Hikmah Kesabaran

Assalamu’alaikum sahabat.Pada kesempatan ini aku akan melanjutkan sedikit cerita tentang pengalaman hidupku.Semoga di dalamnya ada banyak pelajaran yang bisa sahabat ambil.Tanpa banyak kata lagi langsung saja aku mulai ya.

***********

 Awan hitam masih menyelimuti diri ini.Entah kenapa aku masih belum bisa membuang  segala sesuatu yang menurutku  menjadi sebab kesedihan hatiku ini.Ya mungkin ini karena rasa cinta yang terlalu dalam yang ada dalam hati.Padahal telah setahun berlalu setelah wafatnya ayahku.Tapi kesedihan karena tidak bisa bertemu lagi dengan orang yang aku cintai masih saja menghantui perasaanku.Aku selalu berdoa agar Tuhan segera menghilangkan segala kesedihanku.Siang berganti malam,hari berganti hari,dan akhirnya Tuhan menjawab doaku tersebut.Allah menakdirkan aku,ibu dan adik-adikku pindah ke desa tempat kelahiran ibuku.Keputusan tersebut kami ambil tujuannya tidak lebih hanya untuk menenangkan diri kami masing-masing dan untuk memulihkan kondisi mental kami.Setelah mengemas semua barang yang ada di rumah peninggalan ayah tersebut,kami akhirnya resmi pergi meninggalkan rumah tersebut menuju ke sebuah desa terpencil yang ada di kabupaten Sumenep.

Gulukmanjung,itulah nama desa yang kami tuju.Sebuah desa yang menurutku mempunyai pemandangan yang cukup indah karena disana masih terdapat banyak bukit dan letak desanya agak dekat dengan laut.Dan dengan jumlah penduduk yang kurang lebih seribu orang,desaku ini merupakan desa dengan jumlah populasi penduduk terkecil jika dibandingkan dengan desa–desa sebelahnya.Seperti halnya penduduk desa pada umumnya,mayoritas pekerjaan mereka berternak dan bercocok tanam.Hanya segelintir orang saja yang mempunyai toko di rumahnya dan itupun hanya toko kecil,berbanding 180 derajat dengan toko-toko swalayan besar yang ada di kota.Oleh karena itu,kebanyakan para pemuda di desa ini memilih untuk merantau dan mencari kerja  diluar desa.Tapi bagaimanapun juga aku tetap yakin bahwa takdir ini merupakan jalan keluar dari Allah terhadap semua kesulitanku.

Satu jam berlalu sejak kami meninggalkan rumah,akhirnya kami sampai juga di desa tempat kelahiran ibuku.Kami harus memarkir mobil kami di pinggir jalan sebab untuk sampai ke rumah nenek kami harus melewati jalan setapak yang sempit dengan jalan kaki kira-kira selama 10 menit.Dan akhirnya kami sampai di rumah nenek yang sangat sederhana tapi luas.dan nenekpun langsung keluar menyambut kami semua dengan tangisan bahagia.Nenekku memang tinggal sendiri di rumah tersebut setelah kakek meninggal.Hal itu pula yang menjadi motivasi ibuku untuk pulang kampong,yaitu untuk sepenuhnya berbakti dan merawat beliau di hari tuanya.

Pada awalnya aku memang tidak betah hidup di desa.Sebab keadaannya sangat jauh berbeda dengan hidup di kota.misalnya kalau disini biasanya ba’da isya udah sepi semua,sebab orang-orang sini biasanya langsung tidur pada waktu tersebut,ya maklumlah sebab seharian mereka bekerja di terik panasnya matahari,baik itu yang bekerja di sawah atau mencari rumput untuk ternaknya.Sedangkan aku yang udah biasa begadang waktu masih ada di kota merasa agak kurang nyaman dengan keadaan ini.Mungkin itulah salah satu alasan aku sulit beradaptasi di lingkungan baru ini,

Tapi alhamdulillah setelah berjalan kurang lebih satu tahun aku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru ini.begitu pula dengan adik-adikku.Dan malah sekarang kami merasa lebih nyaman dan lebih tenang hidup di desa daripada di kota.Aku juga merasa lebih religius,lebih bersemangat untuk memperdalam ilmu agama dan lebih memperbanyak ibadah sebagai bentuk ikhtiar taqarrub kepada Allah  semenjak berada disini (mungkin karena jauh dari keramaian dan tidak ada tempat-tempat maksiat seperti di kota).Dengan hal ini aku menjadi lebih yakin tentang kebenaran AlQur’an yang salah satu ayatnya mengatakan bahwa di dalam segala sesuatu peristiwa pasti menyimpan banyak hikmah.

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.kalimat dzikir itulah yang selalu aku baca setiap habis sholat 5 waktu.Sekedar saran dariku sahabat,tetaplah sabar,musibah apapun yang menimpa tetaplah sabar karena di balik itu semua Allah sedang menyiapkan ampunan dan surga-Nya baik itu surga di dunia terlebih lagi surga yang abadi di akhirat kelak.Aamin ya robbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum sahabat.

Leave a Reply