8 Cara Mengendalikan Emosi dalam Syariat Islam

Emosi adalah ungkapan ekspresi seseorang terhadap suatu kondisi, peristiwa,atau kejadian yang menyangkut tentang dirinya. Emosi disini ada banyak macamnya.

Namun mayoritas orang menganggap bahwa emosi itu merupakan ungkapan kemarahan atau kekesalan seseorang terhadap suatu hal atau peristiwa yang sedang terjadi yang kejadian, kondisi, atau peristiwa itu bertolak belakang dengan cara pandangnya. Dan jarang sekali emosi ini dikaitkan dengan ungkapan kesenangan, kesedihan, dan ungkapan perasaan lainnya.

Motivasi dari Rasulullah SAW bagi Orang yang Bisa Menahan Amarah

Disini saya akan membahas tentang bagaimana mengendalikan emosi atau amarah dalam syariat Islam. Emosi atau amarah merupakan salah satu senjata andalan iblis dan para pasukannya untuk menjadikan umat manusia khususnya umat Islam saling bermusuhan. Dan jika hal itu terjadi, maka misi Islam untuk menciptakan kedamaian di dunia akan sulit terwujud dan hanya akan jadi angan-angan belaka.

Oleh karena itu Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti umatnya agar selalu menjaga diri dari perangkap amarah tersebut. Bahkan beliau menyebutkan bahwa orang yang tidak mudah marah adalah sebaik-baik orang. Sebagaimana yang disabdakan oleh beliau yang artinya, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridloi, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridloi.” (HR. Ahmad).

Selain itu Rasulullah juga selalu memberikan motivasi kepada umatnya agar tidak mudah terpancing emosi. Motivasi-motivasi tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Beliau menjanjikan dalam salah satu hadits shahihnya yang sangat ringkas tapi mengandung motivasi yang sangat tinggi, yang artinya, “Janganlah marah maka bagimu surga.”
  2. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu untuk meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat sehingga Dia akan memberikan untuknya bidadari yang dia kehendaki.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi).
  3. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi aibnya. Dan barang siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau dia mampu untuk meluapkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan ridlo-Nya pada hari kiamat.

Subhanallah, benar-benar jaminan yang sangat mulia bagi orang yang bisa menahan emosinya. Semoga hal itu bisa menjadi motivasi bagi kita semua sehingga kita bisa menahan diri agar tidak mudah emosi.

Cara Mengendalikan Emosi dalam Islam

hddesktopwallpapers.in

hddesktopwallpapers.in

Dalam segala sesuatu keburukan pasti mengandung cara agar kita bisa menghindarinya. Begitu pula dalam hal marah. Berikut ini beberapa cara yang bisa anda lakukan ketika emosi atau marah mulai menghampiri diri anda :

1. Perbanyak membaca ta’awudz

Marah merupakan salah satu perangkap syetan. Maka alangkah tepatnya jika marah mulai menghampiri kita, kita langsung membaca ta’awudz yang mana memiliki arti memohon perlindungan kepada Allah dari godaan dan gangguan syetan yang terkutuk.

Dengan memperbanyak membaca ta’awudz ketika sedang marah, kemungkinan besar kita tidak jadi untuk meluapkan kemarahan kita dan marah tersebut akan langsung hilang dari diri kita.

2. Perbanyak membaca istighfar

Dengan memperbanyak membaca istighfar, akan membantu kita dalam upaya menghilangkan rasa emosi yang mulai menyerang hati dan perasaan kita.

3. Segera mengambil wudlu’

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa marah itu berasal dari syetan dan syetan itu tercipta dari api dan api itu akan padam dengan air. Dengan kata lain padamkanlah api kemarahan itu dengan kesucian air wudlu’, dan insyaAllah akan langsung hilang amarah kita.

4. Langsung mengambil Al Qur’an dan membacanya

Al Qur’an merupakan satu-satunya lentera yang bisa menerangi manusia di akhir zaman ini. Dengan membacanya, hati yang panas akan kembali dingin dan pikiran yang dikuasai amarah akan kembali tenang dan tentram.

5. Diam dan jangan sampai mengeluarkan sepatah katapun

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang artinya, “Jika salah satu dari kalian marah, maka diamlah. “ (HR. Ahmad).

6. Merubah posisi diri kita

Maksud dari hal ini yaitu jika anda berada dalam keadaan berdiri ketika sedang marah, maka rubahlah posisi anda menjadi duduk. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW yang artinya, “Jika salah satu dari kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri maka duduklah, karena dengan melakukan hal itu marahnya akan hilang. Dan jika belum hilang, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur. “ (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

7. Banyak mengingat keutamaan-keutamaan bagi orang yang bisa menahan amarahnya

Selalu mengingat keutamaan-keutaman bagi orang yang bisa menahan amarahnya sebagaimana telah aku sebutkan diatas. InsyaAllah dengan banyak mengingat itu kita akan lebih mudah menahan amarah kita.

8. Perbanyak puasa sunnah

Salah satu manfaat puasa sunnah adalah bisa mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam diri kita. Dan marah merupakan salah satu bagian dari hawa nafsu tersebut. Sehingga secara otomatis, dengan memperbanyak berpuasa sunnah, maka kita akan mudah mengendalikan amarah kita.

 

Demikianlah sahabat, informasi yang bisa saya berikan seputar emosi dan cara pengendaliannya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu’alaikum sahabat.

Leave a Reply