Cara Mudah Membuat Tas Rajutan Berkualitas

Merajut merupakan salah satu aktivitas yang biasa dikerjakan oleh kaum wanita. Dari saking seringnya dilakukan, merajut menjadi hobi tersendiri yang dimiliki oleh para kaum hawa. Bahkan di zaman sekarang kegiatan merajut sudah mulai dilakukan dan disukai oleh kaum lelaki. Jadi jangan heran jika Anda menjumpai banyak kaum lelaki yang menekuni kegiatan yang berhubungan dengan jarum dan benang tersebut.

Pada artikel ini saya akan membahas bagaimana cara membuat tas rajutan. Tapi sebelum itu, kita harus lebih dahulu memahami tentang segala hal yang berhubungan dengan merajut. Selain itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan dipahami adalah teknik-teknik merajut, simbol-simbol dalam merajut, berbagai macam benang rajut, berbagai macam jenis tusukan rajut, dan sebagainya.

Bagi Anda yang ingin menggunakan jasa penulis artikel, silakan kunjungi linknya.

Teknik Merajut

Teknik merajut ada du acara yaitu crochet dan knitting. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah jarum yang dipakai. Crochet memakai satu jarum sedangkan knitting memakai dua jarum.

Peralatan yang Digunakan Untuk Merajut

Dalam merajut terdapat beberapa peralatan yang harus disiapkan. Apa saja peralatan tersebut? Berikut beberapa peralatan yang digunakan untuk merajut:

  1. Hakpen

Hakpen atau yang bisa disebut dengan hook mempunyai berbagai macam ukuran. Ukurannya harus disesuaikan dengan ukuran benang yang akan dipakai. Jika ukuran hakpen tidak sesuai dengan ukuran benang maka hasil rajutannya bisa terlihat besar dan longgar atau terlalu rapat dan kaku.

Berikut ini beberapa ukuran hakpen yang sesuai dengan ukuran benang:

  • Untuk benang katun yang memiliki ukuran 5 disarankan memakai hakpen nomor 1/0.
  • Untuk benang katun yang mempunyai ukuran 10, benang wol 2 ply, benang wol lokal, dan benang rayon disarankan menggunakan hakpen nomor 2/0 – 3/0.
  • Untuk benang katun nomor 10-30, benang softly cotton 4 ply, dan benang wol 4 ply disarankan memakai hakpen nomor 4/0 – 5/0.
  • Untuk benang katun berukuran 30 dan benang softly cotton 5-6 ply disarankan menggunakan hakpen nomor 5/0 – 6/0.
  • Untuk benang softly cotton 8 ply disarankan menggunakan hakpen nomor 6/0 – 7/0.
  • Untuk benang wol katun tebal disarankan memakai hakpen nomor 7/0 – 8/0.
  1. Benang

Berikut ini beberapa jenis benang rajut:

  • Benang kinlon. Benang ini biasanya dipakai untuk membuat syal karena mempunyai sifat mengembang dan akan terasa hangat jika mengenai kulit manusia.
  • Benang wol kenari.
  • Benang katun. Benang ini terbuat dari kapas dan sangat cocok digunakan oleh para pemula yang baru belajar merajut. Benang ini mempunyai sifat dingin bila menyentuh kulit, ringan dan banyak memiliki variasi warna.
  • Benang nilon. Inilah benang rajut yang cocok digunakan untuk membuat task arena benang ini bersifat kaku, kuat dan mengkilat. Begitu pula di Bandung, banyak pengusaha tas yang menggunakan benang ini sebagai bahan bakunya. Toko-toko grosir tas dimanapun khususnya grosir tas Bandung menjual tas yang mayoritas berbahan dasar benang nilon ini.
  • Benang wol sintesis. Benang ini biasanya digunakan untuk membuat syal, boneka dan lain-lain.
  • Benang acrylic linen. Benang ini biasanya digunakan untuk menenun.
  • Benang polyester. Benang ini juga digunakan untuk membuat task arena memiliki sifat ringan, mengkilat dan tidak luntur serta kuat.
  • Benang rayon splash. Benang ini biasanya digunakan untuk membuat syal, baju bayi dan orang dewasa karena bersifat lembut dan tidak pecah.
  • Benang orchid. Benang ini terbuat dari bahan katun dan cocok digunakan untuk membuat baju, syal, dan lain-lain.
  • Benang bulky. Benang ini juga cocok digunakan untuk membuat task arena benang ini terbuat dari bahan acrylic.
  • Benang rayon. Benang ini digunakan untuk membuat baju orang dewasa, baju bayi dan syal.
  • Benang smock. Digunakan untuk membuat tepian jilbab dan aksesoris.
  • Benang jala. Digunakan untuk membuat taplak.
  • Benang Athena. Benang ini bersifat hangat, lembut dan tidak luntur sehingga cocok untuk membuat topi, baju dan syal.
  • Benang minlon. Benang ini biasanya digunakan untuk membuat berbagai macam boneka dan aksesoris.
  1. Jarum jahit.

Jarum jahit ini biasanya hanya digunakan sebagai alat bantu saja. Gunakanlah jarum yang mempunyai lubang besar karena berfungsi untuk menyelesaikan produk rajutan Anda.

  1. Meteran dan Gunting.
  2. Penanda rajutan.

Sesuai dengan namanya, alat ini berfungsi untuk memberikan tanda saat Anda memulai aktivitas merajut. Hal tersebut memudahkan Anda dalam menghitung jumlah tusukan dalam rajutan Anda.

  1. Lem tembak.

Alat ini berfungsi untuk menempelkan berbagai macam aksesoris pada rajutan Anda.

Simbol-Simbol Crochet

simbol dalam membuat tas rajutan

jualtasrajut.com

Sebelum melanjutkan pembahasannya, saya informasikan kepada Anda bahwa saya juga menyediakan jual nutrisi hidroponik bagi Anda yang suka menanam tanaman hidroponik.

Macam-Macam Tusuk Dasar Rajut

  1. Tusuk rantai
  2. Tusuk tunggal
  3. Tusuk setengah ganda
  4. Tusuk ganda
  5. Triple

    Itulah beberapa hal tentang merajut. Dengan mempelajari teknik dan cara-cara merajut di atas Anda sudah mulai bisa mencoba untuk membuat tas rajut pertama Anda. Selamat mencoba.

 

Leave a Reply